Laman

Rabu, 18 Januari 2012

Sesungguhnya Allah dan Malaikat Bersholawat atas Nabi

Bismillahirrohmanirrohim.
Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)
Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya ‘Al-Jauhar Al Munadzam’, Al Ghazali r.a. ditanya tentang pengertuan bahwa sholawat kita yakni Allah akan memberikan sepuluh dan seratus sholawat kepada orang mengucapkan satu sholawat kepadanya, juga tentang pengertian Rasulullah akan memintakan do’a kepada Allah SWT bagi umatnya yang mengucapkan sholawat kepadanya, apakah Rasulullah merasa puas dengan sholawat tersebut ? Lantas al Ghazali menjawab dengan beberapa tambahan, arti sholawat Allah kepada Rasul-Nya dan pada orang-orang yag mengucapkan sholawat kepadanya adalah limpahan beragam kemuliaan dan kelembutan ni’mat serta karunia dan kemuliaan yang sempurnya kepada Nabi Muhammad SAW, sesuai dengan kepatutannya dan kepantasan mereka. Adapun sholawat kita dan sholawat para malaikat adalah permintaan dan permohonan kesempurnaan tersebut dan keinginan untuk mencurahkan kesempurnaan itu kepadanya.
Adapun permohonan Rasulullah atas sholawat dari umatnya disebabkan tiga hal :
Pertama, sesungguhnya doa itu berpengaruh terhadap dicurahkannya karunia dan kenikmatan Allah SWT, apalagi jika dilakukan di tengah-tengah orang banyak, sebab hasrat yang tinggi jika telah berkumpul dengan kondisi yang kosong dari jiwa dan hawa nafsu akan bersatu dengan ruhani para malaikat di kelompok paling bawah sebab diantara keduanya terdapat kesesuian yang timbul dari pengosongan kekeruhan syahwat. Karena itulah doa yang dilantukan oleh khalayak ramai tidak pernah salah, makanya sholat istiqa’ dituntut agar dikerjakan oleh khalayak ramai.
Kedua, rasa puas Rasulullah SAW dengan sholawatt tersebut, sebagaimana beliau bersabda : “Sesungguhnya aku membanggakan kalian di hadapan umat yang lain.”
Ketiga, rasa sayang Rasulullah SAW kepada umatnya dengan menganjurkan mereka untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah bahkan dengan beragam cara bertaqarub kepada Allah SWT yang dikumpulkannya dalam sholawat kepadanya, seperti memperbahurui keimanan kepada Allah SWT, kepada Rasul-Nya, menagungkan-Nya
Shalawat juga berarti doa, baik untuk diri sendiri, orang banyak atau kepentingan bersama. Sedangkan shalawat sebagai ibadah ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt., serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw., bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).
Berkata Al-Faqîh Ibn Hajar Al-Haitamî dalam Al-Zawâjir: “Tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. ketika orang menyebut namanya, adalah merupakan dosa besar yang keenampuluh.”
Rasulullah SAW bersabda : “Apakah tidak lebih baik saya khabarkan kepadamu tentang orang yang dipandang sebagai manusia yang sekikir-kikirnya? Menjawab sahabat : Baik benar, ya Rasulullah. Maka Nabi-pun bersabda : Orang yang disebut namaku dihadapannya, maka ia tidak bershalawat ke-padaku, itulah manusia yang sekikir-kikirnya.” (HR. Al-Turmudzû dari ‘Ali).
Rasulullah SAW bersabda : “Kaum mana saja yang duduk dalam suatu majelis dan melamakan duduknya dalam majelis itu, kemudian mereka bubar dengan tidak menyebut nama Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi, niscaya mereka menghadapi kekurangan dari Allah. Jika Allah meng-hendaki, Allah akan mengadzab mereka dan jika Allah menghendaki, Allah akan memberi ampunan kepada mereka. ” (HR Al-Turmudzî).
Sabda Nabi Muhammad Saw:
أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)
Artinya:
“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)
Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.
Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.
Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.
Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).
Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.
سيرة المرء تنبأ عن سريرته
Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW bersabda:
ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود).
Artinya:
“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)
Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?
Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah SAW, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.
1). Shalawat membersihkan dosa
Sabda Nabi Saw:
صلّو عليّ فإن الصلاة علي زكاةٌ لكم واسألوا الله لي الوسيلة، قالوا وما الوسيلة يا رسول الله؟ قال: أعلى درجةٍ في الجنة لا ينالها إلا رجلٌ واحدٌ وأنا ارجو أن يكون أنا هو. (رواه أحمد في مسنده)
“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.
2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan
Sabda Nabi Saw:
من صلّى علي صلاةً واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطّ عنه عشر خطيآت (رواه النسائي)
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)
3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat
Sabda beliau SAW:
من صلى علي في اليوم مائةَ مرّةٍ قضى الله له مائةَ حاجةٍ، سبعين منها في الآخرة وثلاثين في الدنيا
“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)
4). Terangkatnya derajat manusia
Sabda beliau SAW:
من صلى عليّ من أمتي مخلصاًَ من قَلبِه صلاةً واحدةً صلّى اللهُ عليه عشر صلواتٍ ورفع عشر درجاتٍ ومحا عنه عشر سيئاتٍ. (رواه النسائ)
“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)
5). Menjadikan doa cepat terkabul
Bahwasanya Umar bin Khattab RA berkata:
“Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)
Abu Thalhah r.a. berkata : “Aku masuk ke rumah Rasulullah SAW. Kemudian aku melihat keceriaan dan kecerahan pada wajah Rasulullah yang sama sekali belum pernah aku lihat, lalu aku bertanya kepadanya, Rasulullah menjawab, ‘Apa yang menghalangiku untuk tidak bergembira padahal baru saja Jibril datang kepadaku membawa kabar gembira dari Tuhanku bahwa sesungguhnya Allah telah mengutusku (malaikat) kepadamu untuk memberikan kabar gembira kepadamu bahwa tidak ada seorangpun dari umatmu yang bershalawat kepadamu melainkan Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dan barangsaiapa yang bersholawat kepadaku sepuluh kali maka Allah akan bersholawat kepadanya seratus kali, barangsiapa yang bersholawat kepadaku seratus kali maka Allah akan bersholawat kepadanya seribu kali, barangsiapa yang bersholawat kepadaku seribu kali maka Allah akan mengharamkan jasadanya dari neraka dan ditetapkan dengan perkataan yang tetap ketika ditanya dalam kehidupan dunia dan akhirat, dan sholawatnya akan datang kepadaku seperti cahaya untuknya pada hari kiamat di atas jalan yang dapat ditempuh selama lima ratus tahun. Dan Allah akan memberikan kepadanya setiap sholawat yang diucapkannya satu istana surga, baik sholawatnya itu banyak maupun sedikit.”
Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.
Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.
Sufyan menjawab: “Saya adalah Sufyan Ats Tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.
Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain.
Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku?
Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)
Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw. Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.
Rasulullah SAW bersabda :
“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).
Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.
“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu Majah).
Wallahu a’alam
Dikutip dari: Wing Islam

Senin, 16 Januari 2012

Kata Mutiara

Kebahagian sejati akan Anda dapatkan ketika Anda mengabdikan diri pada tujuan yang luhur.

~Jason Mason Brown~ 

Kamis, 05 Januari 2012

Cara Cek Pulsa Lewat Modem (XL, DLL)

Apakah anda mengalami masalah yang sama dengan saya? Saya memiliki dua buah modem GSM, Huawei E160E dan Sierra Compass 885U. Untuk internetan di rumah saya memakai provider dari Three (Tri), dan kesulitannya adalah saya tidak bisa cek pulsa lewat modem. Provider Three / Tri sampai saat ini belum mengakomodir cek pulsa lewat SMS (atau saya yang belum tau ya? ^_^ ). Dan kedua modem yang saya miliki tersebut tidak memiliki fitur dial :-(

Setelah berseluncur di internet, ketemu deh tool bernama Mobile Data Monitoring Application (MDMA). (http://www.nerve.org.za/mdma/). Sebenarnya tool ini  untuk memonitor data, trafik, dan kekuatan signal dari modem anda, baik signal 3.5G, 3G, EDGE atau GPRS.
Tapi kita bisa memanfaatkan fitur USSD Command buat cek pulsa lewat modem. 
Mobile Data Monitoring Application
Penggunaan :
  1. Matikan terlebih dahulu koneksi internet dan aplikasi bawaan modem, sepertiMobile Partner, Aircard Watcher, dll.
  2. Jalankan tool MDMA
  3. Masukkan perintah buat cek pulsa di kotak USSD Command (misalnya kalo pake Tri untuk cek pulsa adalah *123#)
  4. Tekan tombol Send USSD
  5. Gak lama akan muncul informasi pulsa anda :-)
Catatan :  
  • Saya baru sebatas test pada modem Huawei E160E dan Sierra Compass 885U dengan kartu GSM Telkomsel Flash dan Three Unlimited, dan kedua-duanya berjalan dengan baik. Untuk jenis modem dan kartu lain saya belum mencobanya. Tapi saya rasa tidak masalah.
dikutip dari Blog: Adee Riswan online.

Senin, 02 Januari 2012

BAGIAN KEDUAPULUHDELAPAN TANJUNG PENDAM (2) – Habis





1.       Selamat berjumpa kami ucapkan
Senang sekali berjumpa kembali
Kisah Tanjung Pendam dilanjutkan
Silahkan sahabat baca berkali-kali

2.       Turun kelaut menangkap udang
Udang digoreng kulitnya merah
Telah kita kisahkan sekilas pandang
Kebagian selatan kita telah berarah

3.       Pesawat terbang turun dibandara
Pergi ke Belitung membeli satam
Marilah kita telusuri kearah utara
Rangkaian pantai sampai Batu Itam

4.       Dikala negeri bencana melanda
Bersikaplah tenang atasi kemelut
Sederet riwayat berjalin legenda
Untaian kisah dari mulut kemulut

5.       Jakarta Utara perkampungan lama
Tempat kompeni membangun kota
Dari mana gerangan asal bernama
Tanjung Pendam empunya cerita

6.       Membuat keranjang rotan diraut
Keranjang dibentuk sesuai selera
Tanjung tanah menjorok kealaut
Istilah umum wilayah Nusantara

7.       Berjenis ikan dimasak gangan
Paling disukai ikan tenggiri
Pendam kata apakah gerangan
Marilah bersama kita telusuri

8.       Datang banjir kawasan terendam
Diwilayah Jakarta sering terjadi
Apakah maksud cinta terpedam
Kasih didalam hati tertanam abadi

9.       Jauhkan tuan dari sifat demdam
Hindarkan amarah dihati bersemi
Apakah maksud harta terpendam
Harta karun tertanam diperut bumi

10.   Kini banyak orang suka tauran
Berkelahi massal tidak berguna
Pendam konon berarti kuburan
Orang meninggal ditanam disana

11.   Pergi kelapangan olahraga senam
Paling baik dilakukan dipagi hari
Jadilah pendam berarti tertanam
Dikamus silahkan tuan pelajari

12.   Dipulau Belitung ditanam lada
Lada menjadi komoditi niaga
Tanjung Pendam empunya legenda
Konon dibawahnya tertidur naga

13.   Lada jadi rempah bersama pala
Bergabung cengkih ikut berserta
Naga tertidur sejak dahulu kala
Tertanam abadi sepanjang kota

14.   Rasa kecewa menonton televisi
Sedang menonton lampu padam
Kepalanya berada dibukit Tangsi
Ekornya berada di Tanjung Pendam

15.   Dulang diperbuat dari tembaga
Untuk begawai sangat berguna
Aduhai betapa besarnya sang naga
Dibiarkan jangan sampai terlena

16.   Pohon sawit ditanam berbaris
Ditepi kebunnya ditanam keladi
Jangan diganggu jangan digubris
Biarkan disana tertanam abadi

17.   Dipulau Seliu ditanam mangga
Ditanam bersama pohon jambu
Bergeser keutara desa Air Saga
Berlanjut dengan Tanjung Kubu

18.   Pondok didirikan beratap kajang
Untuk menunggu waktu mengetam
Dipisah sebuah jembatan panjang
Bertemulah dengan desa Batu Itam

19.   Pemimpin bijak rakyat hormati
Mau melepas rakyatpun sayang
Sampai disini dulu kita berhenti
Lain kali kita ke Tanjung Kelayang

20.   Malam gelap menyuluh ketam
Turut tertangkap ikan nambu
Antara Air Saga dan Batu Itam
Dipisahkan oleh Sungai Kubu

21.   Dimusim kemarau jalan berdebu
Dimusim hujan jalan berlubang
Sungai Kubu bermuara di Air Kubu
Disana kawasan timah ditambang

22.   Meniti bianglala turunlah dewi
Pulang kekayangan dikala senja
Berkisahlah seorang asal Betawi
Didaerah Air Kubu beliau bekerja

23.   Dibarat Jakarta kota Tangerang
Disana banyak didirikan pabrik
Sebagai pengawas pemasok barang
Dengan gerobak kuda barang ditarik

24.   Pemerintah orba sudah dilupa
Sekarang ini  zaman reformasi
Sebutan mandor pengawas disapa
Puluhan anak buah mandor awasi

25.   Zaman  sekarang bebas mengeritik
Suara masyarakat  tidak dibelenggu
Wilayah Air Kubu bergelimang mistik
Nyaris setiap malam mandor terganggu

26.   Memasak sup pakai daun seledri
Daun kemangi dijadikan lalap
Kala waktu istirahat dimalam hari
Sepicing mata tiada dapat terlelap

27.   Dikeramaian suara hingar bingar
Nyanyian dan teriakan menjadi satu
Bermacam suara aneh ramai terdengar
Terkadang atap bagai dilempari batu

28.   Hindari tuan dari permainan judi
Permainan judi hukumnya haram
Namun kenyataan sungguh terjadi
Diluar rumah keadaan aman tenteram

29.   Kalau tuan duduk dipemerintahan
Aspirasi rakyat haruslah ditampung
Sang mandor akhirnya tak betahan
Berkemas hengkang pulang kampung

30.   Telapak kaki kuda memakai ladam
Kuda penarik pedati berbulu hitam
Sepanjang jalur dari Tanjung Pendam
Berlanjut Air Saga sampai Batu Itam

31.   Mengcegah perang jangan berkecamuk
Hindarkan pertikaian jangan berlarut
Konon deposit timah amatlah gemuk
Jutaan kubik tesimpan abadi diperut

32.   Perasaan dihati ingin meledak
Melihat tingkah aktivis parpol
Boleh dipercaya boleh juga tidak
Mengkin sekadar isapan jempol

33.   Omong kosong jadi ucapan
Tiada keinginan hidup rukun
Konon timah sengaja disimpan
Atas kesepakatan para dukun

34.   Janji muluk mereka sampaikan
Jual tampang ditelevisi setiap hari
Dari daerah lain timah dipindahkan
Kerakusan maskapai ingin dihindari

35.   Ocehan mereka amat membosankan
Hanya mengecoh seantero negeri
Melawan dukun maskapai hindarkan
Dapat berakibat fatal belakang hari

36.   Tebar pesona selalu diperankan
Tanggung jawab mereka hindari
Seluruh timah dapat dikopongkan
Bisa maskapai duduk menggigit jari

37.   Janji dan kenyataan tak berimbang
Bersilat lidah senantiasa berdalih
Jalur gemuk tidaklah ditambang
Sampai dengan maskapai diambil alih

38.   Bukan berolok bukan bercanda
Beginilah realita negeri miliki
Apakah hal ini sebuah legenda
Kepada pakar silahkan selidiki

39.   Rakyat hanya disuguhi janji melulu
Peraktik korupsi sinambung melanda
Hebat kesaktian dukun zaman dahulu
Dizaman sekarang tentulah berbeda

40.   Dalamnya lautan jangan diduga
Didalam karang ikan menunggu
Perihal sang naga konon menjaga
Supaya wilayah tidak diganggu

41.   Dari mana hendak kemana
Dari Sijuk kekampung Bantan
Menurut buku horoskop China
Naga adalah lambang kekuatan

42.   Sudah lama tuan tiada berkabar
Ternyata diam dikampung Lasar
Naga bertubuh kekar tetapi sabar
Pembawa empat anugrah besar

43.   Imlek tiba barongsai dimainkan
Kesenian kuna bagian kebudayaan
Umur panjang beserta kebajikan
Keharmonisan dan juga kekayaan

44.   Cuaca cerah sangatlah ditunggu
Supaya tenang dalam pelayaran
Tidak mengganggu jangan diganggu
Pengawal nan setia tanpa bayaran

45.   Dikayangan dewa dewi berada
Kadang kebumi turun bersua
Pulau Kalamoa juga punya legenda
Semua pengganggu kalah semua

46.   Ditengah ladang ditanam nangka
Ladang dibikin paska berhuma padi
Pergi kemanapun mendapat celaka
Banyak peristiwa konon telah terjadi

47.   Kain bergambar indah disulami
Membuat kain orang memenun
Para penjajah konon mengalami
Begitu pula  perompak dan lanun

48.   Beli marmer di Tulung Agung
Marmer dibuat bersegi empat
Jalur gemuk tulang punggung
Ekonomi masyarakat setempat

49.   Selesai berjualan uang dihitung
Berapa banyak laba didapatkan
Para nelayan sangat tergantung
Menjalin hubungan dengan lautan

50.   Burung mengeram didalam sarang
Setelah dierami telurpun menetas
Tanjung Pendam zaman sekarang
Dibangun segala macam fasilitas

51.   Sangat bahagia mempelai pria
Mendapai istri lama dinanti
Tempat muda mudi bersukaria
Segala kesenangan bisa dinikmati

52.   Jagalah kesehatan tubuh anggota
Kebiasaan merokok agar dikurangi
Kawasan molek tempat berwisata
Pantai Ancol Jakarta bisa tersaingi

53.   Walau cara tuan berseberangan
Hayo bersatu capai kemenangan
Zaman dahulu zaman kenangan
Zaman kini zaman kesenangan

54.   Wisata kegunung bekabut mega
Bukan saat baik untuk olahraga
Dukun, kalamoa beserta sang naga
Semuanya bersama turut menjaga

55.   Berperahu santai layar kembangkan
Angin berembus sepoi enak terasa
Tanjung Pendam harus dilestarikan
Kebanggaan Belitung sepanjang masa

56.   Jenis ikan ketarap tebal bersisik
Dilaut berkarang ikan ditemukan
Janganlah diganggu jangan diusik
Tangan jahil hendaknya dijauhkan

57.   Gunung Tajam alam terbuka
Mari beramai kesana berwisata
Mengusik alam timbulkan petaka
Banyak contoh terjadi dinegeri kita

58.   Anak kecil janganlah dimarahi
Ajarkan yang baik bertegur sapa
Perihal Tanjung Pendam kita sudahi
Dipantun yang lain semoga berjumpa


Bogor, 14 Pebruari 2011


Senin, 26 Desember 2011

Call Center dan Cek Pulsa Operator Indonesia

Call Center dan Cek Pulsa

Telkomsel
Call Center :
Halo : 111
Simpati dan AS : 116

Cek Pulsa :
Halo, Simpati AS :
Cek pulsa dan Pemakian berjalan : *888#
*untuk Halo harus ketik HC ON ke 333
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#

email : cs@telkomsel.co.id

*******************************************************

Indosat
Call Center :
Mentari : 222
IM3 : 300 (free) / 100 (400/call)
Star One : 111

Cek Pulsa :
Mentari : *555#
IM3 : *388#
Star One : *555#

email : icare@indosat.com, customer_service@indosat.com

*******************************************************

XL
Call Center :
Bebas : 817 (350/call)
Jempol : 817 (350/call)
Xplor : 817 (free)

Cek Pulsa :
Bebas : *123#
Jempol : *123#
Xplor : *108# (cek limit)

email : customerservice@xl.co.id

*******************************************************

Axis
Call Center : 838
Cek Pulsa : *888#
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#

email : cs@axisworld.co.id

*******************************************************

Three
Call Center : 123 dan 0896-4-4000-123 dari operator lainnya
Cek Pulsa : *111*1#

email : 3Care@three.co.id

*******************************************************

Flexy
Call Center : 147
Cek Pulsa : 999#

*******************************************************

Fren
Call Center : 888
Cek Pulsa : 999

*******************************************************

Esia
Call Center : *999
Cek Pulsa : *555#

Minggu, 18 Desember 2011

Peribahasa Penuh Makna

Peribahasa merupakan ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, pepatah. Beberapa diantaranya merupakan perumpamaan yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena didahului perkataan “bak”, “laksana”, “bagai”, “umpama”, dan sebagainya. Kebanyakan peribahasa berisikan sindiran secara halus ataupun pepatah yang mengandung hikmah nasehat. Berikut ini adalah beberapa peribahasa beserta artinya.

(A)

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.

Perilaku seorang anak, biasanya mencontoh dari orang tuanya.

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam

Tidak enak makan dan minum, sebab arti sangat terganggu.

Adakah dari telaga yang jernih, mengalir air yang keruh?

Orang-orang yang baik biasanya mengeluarkan kata-kata yang baik juga.

Air susu dibalas dengan air tuba.

Suatu kebaikan ternyata dibalas suatu keburukan.

Ayam bertelur di atas padi kelaparan, itik berenang di air kehausan.

Orang yang tinggal di negeri yang kaya, kalau tidak pandai berusaha akan tetap melarat.

Ayam bertelur sebutir pecah kabarnya ke seluruh negeri, penyu bertelur beribu-ribu seorangpun tiada tahu.

Bila orang kecil mendapat untung sedikit, sekampung tahu, tapi bila orang kaya memperoleh untung besar, seorangpun tiada yang tahu.

Ayam berkokok harikan siang.

Sudah ternyata, tanda pasti.

Anak badak dihambat-hambat.

Dengan sengaja mencari bahaya.

Asal berisi tembolok, senang hati.

Asal cukup sandang pangan, anak hatinya senang.

Anak dipangku, kemenakan dibimbing, orang sekampung dipertenggangkan.

Anak dan kemenakan dibela dan dipimpin ke jalan yang baik.

Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah.

Bila melaksanakan sesuatu pekerjaan dalam kampung dan negeri, hendaknya berendi kepada adat dan agama.

Adat lama, pusaka usang.

Adat dari dahulu kala yang tetap tiada berubah-ubah.

Air tenang, menghanyutkan.

Hal orang yang pendiam, tetapi berilmu, sebab itu janganlah dianggap enteng saja.

Air jernih ikannya jinak.

Negeri yang aman tenteram sentosa dan penduduknya ramah-ramah.

Air dicincang tiada putus.

Sanak saudara yang berbantah itu, tidak akan menjadikan perceraian.

Air beriak, tanda tak dalam.

Orang yang banyak bualnya, biasanya pembohong tiada berilmu.

Awak yang tidak pandai menari dikatakan lantai yang terjungkat.

Tak tahu mengerjakan sesuatu pekerjaan, tetapi orang-orang lainlah yang disalahkan.

Awal dikenang, akhir tidak, alamat badan akan binasa.

Pada waktu muda hendaklah mengingat bekal untuk hari tua.

Anjing menyalak tiada menggigit.

Orang yang suka menggertak-gertak tidak akan sampai mendtngkan bahaya pada orang lain.

Asam di gunung, garam di laut, berjumpa dalam belanga.

Perihal dua orang yang tiada berkenalan dan berjuhan tempat, akhirnya bertemu menjadi suami istri.

Arang habis besi binasa.

Pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya tetapi usaha itu tidak berhasil.

(B)

Belakang parangpun jika diasah akan tajam.

Orang yang bodohpun apabila rajin dan tekun belajar pasti akan pandai.

Bayang-bayang sepanjang badan.

Pengeluaran hendaklah disesuaikan dengan pendapatan.

Bertepuk sebelah tangan tiada akan berbunyi.

Suatu perbuatan, perjanjian itu tiada akan terlaksana bila hanya datang dari ebelah pihak saja.

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Berat ringan ditanggung bersama-sama.

Bulat air di pembuluh, bulat kata dimufakat.

Setelah berunding bersama-sama akhirnya jadi sepakat.

Barangsiapa yang berkotek, dialah yang bertelur.

Siapa yang menjawab sindiran orang, maka ialah yang membuat pekerjaan yang disindirkan tersebut.

Bermain air basah bermain api hangus.

Setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya.

Binatang tahan malu, manusia tahan kias.

Mengajar manusia itu cukup dengan sindiran atau kias saja.

Berani karena benar, takut karena salah.

Orang yang benar berani, takut tentu salah.

Besar pasak daripada tiang.

Pengeluaran lebih besar dari penghasilan.

Berjenjang naik, bertangga turun.

Sesuatu pekerjaan hendaklah dikerjaan menurut peraturannya.

Bagai air di daun talas.

Pendirian yang selalu berubah-ubah.

Bagai hujan (air) jatuh ke pasir.

Memberi kepada seseorang yang tidak ada bekasnya.

Bagai punguk rindukan bulan.

Yang tidak mungkin dapat tercapai.

Bagai Belanda minta tanah.

Permintaan yang tidak habis-habisnya, karena lob dan tamak.

Bagai mengayuh biduk hilir.

Seseorang yang sangat gembira mengerjakan sesuatu pekerjan yang sangat mudah.

Bagai mendapat durian runtuh.

Mendapat keuntungan besar yang tidak disangka sama sekali.

Bagai kucing dibaakan lidi.

Seseorang yang sangat takut, karena berbuat kesalahan.

Bagai roda pedati, sekali ke atas, sekali ke bawah.

Kehidupan manusia tidak tetap, kadang-kadang kaya, kadang-kadang jatuh miskin.

Bagai aur dengan tebing.

Orang yang bersahabat karib, bertolong-tolongan dan tak dapat dipisahkan.

Bagai kacang direbus satu.

Anak muda yang tidak memiliki sopan-santun, duduk tegak dengan gelisah.

Bagai itik pulang petang.

Sangat lambat perjalanannya.

Berjalan peliharakan kaki, berbicara peliharakan lidah.

Harus diingat bahwa langkah yang salah dan perkataan yang jelek dapat mendatangkan kesusahan.

Baik berputih tulang daripada berputih mata.

Lebih baik mati daripada menanggung malu.

Bertanam tebu di bibir.

Seseorang yang manis tutur bahasanya karena hendak melakukan sesuatu tujuan tertentu.

Bersatu teguh, bercerai runtuh.

Kita kuat kalau bersatu, tetapi lemah kalau berpecah belah.

Berguru kepalang ajar, bagi bunga kembang tak jadi.

Segala pengetahuan yang tidak sempurna dipelajari, tidak akan mendatangkan manfaat.

(C)

Cacing hendak menjadi ular.

Orang yang hida dina dan miskin, meniru kelakuan orang yang mulia lagi kaya.

Cepat kaki ringan tangan.

Cekatan dan lekas mengerjakan sesuatu pekerjaan.

(D)

Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu.

Tidak dapat kita ukur atau kita ketahui pikiran seseorang.

Dalam dua tengah tiga, telunjuk lurus kelingking berkait.

Seorang yang tidak jujur dan dapat dipercaya.

Datang tampak muka, pergi tampak punggung.

Datang dan prgi haruslah sama baiknya, dengan cara yang sopan dan tenggang rasa.

Dimana tiada rotan, akarpun berguna.

Bila dalam suatu negeri tak ada orang yang pandai, maka orang agak cerdik sangat terpandang.

Ditepuk air didulang, terpercik muka sendiri.

Bila diceritakan keaiban sendiri atau kecelakaan keluarganya, tentulah kita juga yang akan mendapat malu.

Disangka panas sampi petang, kiranya hujan tengah hari.

Disangka akan baik terus, tiba-tiba datng malapetaka.

Darah setampuk pinang, umur setahun jagung.

Seseorang yang masih muda dan bodoh, belum berpengalaman.

Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.

Daripada melihat sesuatu yang menyakitkan hati, lebih baik mati.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Di mana kita tinggal, hendaklah mengikuti adat-istiadatnya.

Disangka pulut, ditanak berderai.

Seperti orang pandai, ternyata orang bodoh.

(E)

Esa hilang dua terbilang.

Berbuat sesuatu dengan amat berani.

(G)

Guru makan berdiri, murid kencing berlari.

Contoh seorang guru yang jelek akan mudah dicontoh oleh muridnya, yang kemungkinan perbuatan murid tidak senonoh dan lebih berat dari kejelekan guru itu.

Garam di laut asam di gunung, bertemu dalam belanga.

Jodoh itu tidak mengindahkan bangsa, derajat dan kekayaan.

Gabak di hulu tanda akan hujan, cewang di langit tanda akan panas.

Ada tanda-tanda sesuatu yang akan terjadi, maka dari itu hendaklah kita berhati-hati.

Gajah bertengger di pelupuk mata tiada tampak, kuman di seberang lautan tampak.

Kesalahan orang yang sedikit tampak, tetapi kesalahan sendiri yang sangat besar, tiada kelihatan.

Gajah mati meninggalkan gading.

Orang besar atau orang baik kalau mati, selalu disebut juga kebaikannya.

(H)

Hidup segan mati tak mau, bagai kerakap di atas batu.

Orang yang hidupnya sangat menderita.

Hari pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar.

Akibat tak pandai membagi waktu, maka dalam melakukan suatu pekerjaan selalu tergesa-gesa.

Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga.

Budi uang baik tidak akan dilupakan orang.

Harimau mati meninggalkan belang.

Orang yang pandai apabila mati meninggalkan jasa.

Harimau menyembunyikan kuku.

Orang pandai berlaku seperti orang yang dungu.

Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.

Mengharapkan untung besar yang belum tentu didapat, keuntungan sedikit yang telah ditangan disia-siakan.

Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.

Barangsiapa ingin kaya hendaklah berhemat, dan teliti menabung, barangsiapa ingin pandai hendaklah rajin belajar.

Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri (namun lebih baik di negeri sendiri).

Walaupun mulia dan senangnya di perantauan, namun lebih terasa senang dan bahagia di daerahnya sendiri.

Hilang tak tentu rimbanya.

Hilang lenyap tanpa meninggalkan bekas.

(I)

Ibarat menghela rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan terserak.

Putusan yang adil dan bijaksana melegakan yang kalah maupun yang menang.

Ibarat ayam gadis bertelur.

Tidak tetap dalam mengerjakan pekerjaan.

Ibarat burung dalam sangkar, mata lepas badan terkurung.

Tidak kekurangan dalam makanan dan minuman tetapi tidak bebas.

Ingat sebelum kena, hemat sebelum habis.

Sebelum terlambat, hendaklah hati-hati dalam mengeluarkan uang agar jangan mendapat kesusahan kelak.

(J)

Jika kain panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga.

Pengetahuan yang sedikit, janganlah meniru orang pandai, supaya kita jangan dicemoohkan orang.

Jika takut dilembur pasang, jangan berumah ditepi pantai.

Bila tidak senang dengan kebisingan jangan tinggal di tempat ramai.

Jauh panggang dari api.

Pekerjaan masih lama akan selesai.

Jinak-jinak merpati.

Seorang wanita yang kelihatannya mau menurut keinginan seseorang, padahal kalau bersungguh-sungguh ia menjauh.

Jangan dibangunkan ular tidur.

Musuh yang sudah diam jangan dibangkitkan amarahnya.

(K)

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah.

Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak ada bandingnya dan lestari sepanjang masa, namun kadang-kadang kasih sayang anak kepada ibunya hanya sedikit.

Kalah jadi abu, menang jadi arang.

Dalam sesuatu perselisihan kalah atau menang sama saja, sebab kedua-duanya sama-sama rugi

Katak hendak menjadi lembu.

Seseorang yang hendak meniru perbuatanorang lain, yang dia sendiri tidak akan mampu.

Ke lurah sama menurun, ke bukit sama mendaki.

Anggota perkumpulan itu hendaklah seia sekata. Sama-sama susah dan sama-sama senang.

Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lain.

Tiap-tiap orang itu mempunyai kesenangan yang berbeda-beda.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Karena kesalahan yang kecil, maka segala kebaikan yang banyak akan hilang.

(L)

Lempar batu sembunyi tangan.

Melakukan pekerjaan yang mengakibatkan keonaran kemudian berusaha menghilangkan jejak.

Atau, senang mengerjakan sesuatu, tetapi tidak mau bertanggungjawab.

Lunak gigi dari lidah.

Seseorang yang berkata manis dan merendah karena akan mempunyai tujuan permintaan.

Lidah tiada bertulang.

Amat mudah mengeluarkan celaan dan kritikan.

Lain padang, lain belalang, lain lubuk lain ikannya.

Tiap-tiap daerah berlainan adat-istiadatnya.

Licin bagai belut.

Belum pernah ditipu karena cerdik lagi waspada.

(M)

Manis bagai madu, pahit bagai empedu.

Kalau baik sangat baiknya, tetapi bila marah, sangat marahnya.

Malu-malu kucing.

Pura-pura malu.

Malu bertanya sesat di jalan.

janganlah kita malu-malu menanyakan sesuatu hal kepada orang lain agar kita tidak tersesat.

Membasuh arang di muka.

Menghapus rasa malu.

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Sudah takdir, tak dapat dihindarkan lagi.

Musuh dalam selimut.

Musuh yang berasal dari sanak saudara atau kawan sendiri.

Musuh jangan dicari-cari bertemu pantang dielakkan.

Permusuhan jangan dicari-cari, tetapi bila laan memancing-mancing juga, janganlah mundur.

Menangguk di air keruh.

Suka mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau-balau.

Menjilat air liur.

Dahulu dicela, sekarang dipuji-puji lagi.

Masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak.

Di mana kita tinggal hendaklah mengikuti adat-istiadat setempat.

Masuk di telinga kanan, keluar di telinga kiri.

Tidak menuruti nasehat yang sudah diberikan.

Mempertinggi tempat jatuh.

Mencari alasan yang bukan-bukan untuk memperberat kesalahan.

Makan hati berulam jantung.

Amat bersusah hati akibat perbuatan orang lain.

Musang berbulu ayam.

Orang jahat berlaku seperti orang baik.

Membuang garam ke laut.

Memberi bantuan uang kepada orang yang kaya raya.

Meludah ke langit tertimpa muka sendiri juga.

Melawan orang yang berkuasa atau kaya, kita akan mendapat susah.

Membangkitkan batang terpendam.

Menimbulkan kembali nama baik atau keluarga atau negara yang tercela.

Mumbang jatuh kelapa jatuh.

Maut tidak memandang umur, baik tua atau muda dapat mati.

Mencabik baju di dada.

Membuka rahasia pribadi sendiri.

Menuhuk kawan seiring, menggunting dalam lipatan.

Mencelakakan teman sendiri dengan sembunyi-sembunyi atau khianat.

Menegakkan benang basah.

Mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sulit dipertahankan.

Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Bila menceritakan cela kaum keluarga sendiri, tentu kita sendiri yang akan mendapat malu.

(N)

Nasib seperti ayam, mengais dahulu baru makan.

Seseorang yang miskin, bekerja keras dahulu untuk mendapatkan sesuap nasi.

Nasi dimakan rasa sekam, air diminum rasa duri.

Sangat berduka cita.

Nasi sudah menjadi bubur, tak dapat dikedang lagi.

Kesalahan yang amat disesalkan karena tak dapat diperbaiki.

(O)

Orang makan nangka, awak kena getahnya.

Seseorang yang mendapat kesusahan dalam suatu perkara, padahal ia tidak tahu dalam urusan itu.

Obat jerih pelerai demam.

Yang sangat disayangi.

(P)

Pagar makan tanaman.

Orang yang wajib memelihara tetapi malah merusaknya.

Panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari.

Kebaikan yang banyak, hilang seketika akibat kesalahan yang fatal.

Pikir itu pelita hati.

Sebelum mengerjakan sesuatu pekerjaan, hendaklah dipikirkan dahulu baik buruknya dan langkah-langkahnya.

Pandai berminyak air.

Pandai mempergunakan sesuatu yang kurang berharga, tetapi hasilnya sangat memuaskan.

Pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan.

Sesuatu hal yang telah dipertimbangkan masak-masak.

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna.

Supaya tidak menyesal nantinya, maka pikirlah masak-masak sebelum dikerjakan.

Pucuk dicinta ulam tiba.

Mendapat sesuatu yang diperlukan.

(R)

Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.

Bila ingin pandai, rajin-rajinlah belajar, bila ingin kaya, hemat dan berhati-hatilah.

Rezeki elang tak kan didapat oleh musang.

Rezeki seseorang tidak akan diserobot oleh orang lain.

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

seia sekata, susah senang sama-sama dirasakan.

Rugi menentang laba, jerih menentang boleh.

Biarlah bersusah payang, asal mendapatkan yang dicita-citakan.

Sekerat ular, sekerat belut.

Seseorang yang tak dapat dipercayai akibat pendiriannya tidak tetap.

Sekepal digunungkan, setitik dilautkan.

Pemberian seseorang walaupun sedikit hendaklah dijunjung tinggi.

Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Selapik seketiduran, sebantal sekalang hulu.

Bersahabat karib.

Seperti mengadu ujung penjahit.

Perlawanan antara dua orang yang sama-sama cerdik, akibatnya tidak ada yang kalah.

Seperti duri dalam daging.

Selalu ingat perasaan yang kurang menyenangkan pikirannya.

Seperti cacing kepanasan.

Seseorang yng sangat gelisah sebab mendapat malu.

Seperti telur diujung tanduk.

Belum tetap dalam suatu pekerjaan, bila salah sedikit saja dapat diberhentikan.

Seperti abu di atas tunggul.

Seseorang yang tidak mempunyai kekuasaan dalam suatu pekerjaan, bila berbuat salah dapat diberhentikan.

Seperti air di daun talas.

Cepat hilang tak berbekas.

Seperti anak ayam kehilangan induk.

Kesatuan yang pecah-pecah karena ditinggalkanoleh pemimpinnya.

Seperti anjing dengan kucing.

Dua orang yang tak pernah akur.

Seperti pungguk rindukan bulan.

Seseorang yang merindukan sesuatu yang sulit diperolehnya.

Seperti pinang dibelah dua.

Dua orang yang mirip betul.

Seperti api dalam sekam.

Kekecewaan yang dipendam terus, lama-lama akan membahayakan.

Seperti bergantung di rambut sehelai.

Selalu cemas dan sangat tipis harapannya untuk mendapat pertolongan.

Seperti ilmu padi makin berisi, makin tunduk.

Makin tinggi ilmunya makin halus budi pekertinya.

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali akan jatuh juga.

Sepandai-pandai orang, barang sekali tentu akan ada pekerjaan yang salah.

Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.

Sekali ketahuan perbuatan yang tidak baik, seumur hidup orang tak mempercayai.

Setinggi-tinggi terbang bangau, hinggapnya ke kubangan juga.

Sejauh-jauh merantau, akhirnya besuk kembali ke kampungnya juga.

(T)

Tangan mencencang, bahu memikul.

Siapa yang membuat salah, harus menanggung akibatnya.

Tegak sama tinggi, duduk sama rendah.

Sama tinggi kedudukannya.

Tong kosong, nyaring bunyinya.

Orang yang besar omongnya itu, biasanya orang yang tidak berilmu.

Tertumpang di biduk tiris.

Sudah terlanjur mengikuti pekerjaan yang merugikan.

Telunjuk lurus, kelingking berkait.

Seseorang yang lahirnya kelihatan baik, tetapi sebenarnya jahat hatinya.

Tinggal kulit pembalut tulang.

Orang yang merana sehingga badannya kurus.

Tak ada gading yang tak retak.

Tak ada sesuatu pekerjaan yang sempurna.

Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.

Peraturan yang tak pernah berubah.

Tak air talang dipancung.

Untuk menyampaikan sesuatu maksud yang baik, tidak malu melakukan apa saja.

Tak emas bungkal di asah, tak kayu jejang dikeping.

Dikala memerlukan uang, diusahakan sedapat-dapatnya walaupun dengan jalan menjual barang, asal maksud tercapai.

Tiba diperut dikempiskan, tiba dimata dipicingkan.

Seseorang pemimpin yang tidak adil, bila keluarganya yang salah ia pura-pura tidak tahu, tetapi bila orang lain yang bersalah, terus mencelanya.

(U)

Ular berkepala dua.

Kadang-kadang memihak kawan, kadang-kadang memihak lawan.

(Y)

Yang merah saga, yang kurik kundi, yang indah bahasa, yang baik budi.

Walaupun cantik rupawan, tetapi bila tidak berbudi, tidak akan dihormati.

Yang pekak pelepas bedil, yang buta penghembus lesung, yang lumpuh penghalau ayam.

Keahlian tiap-tiap orang dapat dimanfaatkan berdasarkan keahliannya masing-masing.

(Z)

Zaman beralih, musim bertukar.

Sesuatu itu akan berubah, menurut kehendak zaman dan kodrat Tuhan.

Sumber: 1160 peribahasa indonesia