Laman

Senin, 16 April 2012

Sample of Resignation letter

Today’s Date

Manager’s Name
Company Name
Company Address

Dear Mr./Ms. Manager:

This is my formal notification that I am resigning from (company name) as (title). (Date) will be my last day of employment.

I appreciate the opportunities I have been given here, and wish you much success in the future.

Sincerely,

(your signature)

Your Name

cc: (names of those being copied on the letter)

Sample of Resignation letter

Your Name
Your Address
Your City, State, Zip Code
Your Phone Number
Your Email
Date

Name
Title
Organization
Address
City, State, Zip Code

Dear Mr./Ms. Last Name:

I would like to inform you that I am resigning from my position as ((Account Executive)) for the(( Smith Agency)), effective August 1.

Thank you for the opportunities for professional and personal development that you have provided me during the last ......years. I have enjoyed working for the ((....)) and appreciate the support provided me during my tenure with the company.

If I can be of any help during this transition, please let me know.

Sincerely,

Your Signature

Your Typed Name

Sample of Resignation letter

Dear (Name of Manager),
Please accept this message as notification that i am leaving my position with (Company’s name) effective (Date).
I appreciate the opportunities I have been given at (Company name) and your professional guidance and support. I wish you and the company success in the future.
Please let me know what to expect as far as my final work schedule, accrued vacation leave, and my employee benefits.
IF i can be of assistance during this transition, please let me know.
Sincerely,
Your name

Kamis, 05 April 2012

Change the font or font size of the message list in Microsoft Outlook

Change the font or font size of the message list
The message list appears between the Navigation Pane and Reading Pane in Microsoft Office Outlook 2007. The default font setting is Segoe UI regular 8-point.
You can customize the font and its appearance. For example, you can change message list to use an alternate font or a smaller or larger font size.


1.     In Mail, on the View menu, point to Current View, and then click Customize Current View.
 TIP   To open the Customize View: Messages dialog box, right-click the message list heading where Arranged By appears, and then click Custom.
2.     Click Other Settings.
3.     Under Column Headers and Rows, click Row Font.



4.     Click a font, font style, and size that you want to use.
5.     On the Font, Other Settings, and Customize View: Messages dialog boxes, click OK.



Senin, 19 Maret 2012

Product Marketing Jbd Description

Product Marketing Assistant Manager

Gambaran Umum:
Bertanggungjawab dalam pengolaan produk, mulai dari perencanaan, launching sampai dengan pemasaran di mana diperlukan koordinasi & interaksi yang efektif dengan semua bagian internal perusahaan maupun eksternal.

Uraian Pekerjaan:
-Membantu Department Head dalam menetapkan strategi dan roadmap produk.
-Melakukan identifikasi, analisa dan evaluasi terhadap produk-produk baru yang potensial.
-Bekerjasama dengan bagian lain dalam mengembangkan materi promosi.
-Melakukan analisa dan evaluasi pelaksanaan program marketing.

Persyaratan Kandidat:
- Minimal S1 - Marketing, Manajemen dari Universitas terkemuka dg IP: > 3.
- Pengalaman 3-5 tahun di Marketing.
- Pengalaman di Industri Elektronik, merupakan nilai tambah.
- Memiliki daya analisa dan sintesa yang baik.
- Disiplin dalam waktu, kemauan belajar yang tinggi, serta mobilitas yang tinggi.
- Keterampilan komunikasi yang efektif dan kerjasama yang baik.

Selasa, 07 Februari 2012

Doa

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang AKu, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku), dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS Al-Baqarah 186).



Allah SWT berfirman : "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat - Ku ketika ia sendirian, maka Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Jika ia mengingat - Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat padanya dalam jaran satu depa. Apabila ia datang kepada - Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (HR Ibnu Majah ; hadist sahih)


"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara lembut (khusyu). Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang berlebihan". ( Al-a'rof:55 ).



"Dan manusia itu diciptakan oleh Allah bersifat lemah". (An-nisa:28)

"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat gelisah dan kikir . Manakala ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan manakala mendapat keuntungan ia menjadi kikir. Tidak demikian dengan orang-orang yang mendirikan sholat". ( Al-maarij:19-22 ).









Sabtu, 28 Januari 2012

Doa Sesudah Sholat Sesuai Contoh Rasulullah

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu 'ala Rosulillah wa 'ala aalihi wa shohbihi ajma'in.
Berikut kami bawakan fatwa lainnya dari para ulama mengenai hukum berdo'a sesudah shalat.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya mengenai hukum berdo’a setelah shalat (setelah salam, pen), beliau –rahimahullah- menjawab :
Berdo’a setelah shalat, jika do’a tersebut ditujukan untuk menambal (menutup) kekurangan dalam shalat, maka do’a semacam ini disyari’atkan. Di antara yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah setelah salam mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali yaitu : astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah (maknanya adalah ‘aku memohon ampun pada Allah’)[1].
Adapun jika tujuan do’a tersebut selain daripada ini, makalebih utama do’a tersebut dilakukan sebelum salam. Hal ini berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Mas’ud, "Kemudian terserah  ia memilih do’a yang ia inginkan (lalu dia berdo’a dengannya)."[2]
Tidaklah tepat jika seseorang selesai dari shalatnya dia lalu berdo’a. Namun yang lebih tepat adalah seseorang memanjatkan do’a ketika dia sedang bermunajat kepada Allah yaitu ketika di dalam shalat. Oleh karena itu, bukanlah termasuk petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seseorang berdo’a setelah salam dari shalat kecuali jika itu adalah untuk menambal (menutup) kekurangan yang ada dalam shalat (sebagaimana bacaan istigfar yang dijelaskan tadi, pen).
Memang terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a setelah shalat wajib dan bukan shalat sunnah, namun setahu kami ini cuma dilakukan sekali saja. ... Namun ini dilakukan karena ada sebab (yaitu untuk menakut-nakuti orang kafir Quraisy).
[Liqo’at Al Bab Al Maftuh, kaset no. 32]
Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- juga pernah ditanya, "Sebagian orang setelah menunaikan shalat fardhu mengangkat kedua tangannya untuk berdo’a. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?"
Beliau –rahimahullah- menjawab :
Do’a setelah salam tidak termasuk petunjuk (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah Ta’ala berfirman,
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah." (QS. An Nisa’ [4] : 103)
Hal ini dikecualikan untuk satu kondisi yaitu shalat istikhoroh. Karena mengenai shalat istikhoroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Jika kalian bertekad melakukan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua raka’at lalu berdoalah … ."[3] Maka dalam shalat istikhoroh, do’anya terletak sesudah mengerjakan shalat dua raka’at.
Adapun shalat selain shalat istikhoroh, maka tidak termasuk petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdo’a setelah shalat, baik dengan mengangkat tangan ataupun tidak, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berdzikir (bukan berdo’a, pen) setelah selesai menunaikan shalat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah." (QS. An Nisa’ [4] : 103)
Dapat pula diperhatikan dalam surat Al Jumu’ah,
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berdzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya." (QS. Al Jumu’ah : 10)
Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa apabila engkau ingin berdo’a kepada Allah, makaberdo’alah kepada-Nya sebelum salam. Hal ini karena dua alasan :
Alasan pertama : Inilah yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan tentang tasyahud, "Jika kalian selesai (dari tasyahud), maka pilihlah do’a yang kalian suka berdo’a dengannya."
Alasan kedua : Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut. Lalu manakah yang lebih afdhol (lebih utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari shalat? Jawabannya, tentu yang pertama yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.
Adapun ucapan dzikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan astagfirullahsebanyak 3 kali. Ini memang do’a, namun ini adalah do’a yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir ini adalah pengulangan dari shalat.
Lalu penanya tadi bertanya lagi : Wahai Syaikh, orang-orang tadi sering berdalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai shalat Shubuh berpaling ke makmum lalu mengangkat kedua tangannya (untuk berdo’a). Apakah hadits tersebut shohih?
Syaikh –rahimahullah- menjawab : Hadits ini tidak diketahui periwayatannya. Jika pun ada, maka hadits ini adalah hadits yang lemah.
[Liqo’at Al Bab Al Maftuh, kaset no. 82]
Catatan:
Dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 11/168, Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa berdo’a tanpa mengangkat tangan dan tidak bareng-bareng (jama’i), maka tidaklah mengapa. Hal ini dibolehkan karena terdapat dalil bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a sebelum atau sesudah salam. Begitu juga untuk shalat sunnah boleh berdo’a setelahnya karena tidak ada dalil yang menunjukkan larangan hal ini walaupun dengan mengangkat tangan karena mengangkat tangan adalah salah satu sebab terkabulnya do’a. Mengangkat tangan tidak dilakukan selamanya, namun dilakukan hanya dalam beberapa keadaan saja karena tidak diketahui dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau selalu mengangkat tangan dalam setiap nafilah dan setiap perkara kebaikan.
Penutup
Sekali lagi kami tegaskan, masalah ini adalah masalah ijtihadiyah, yang masih terdapat perselisihan ulama di dalamnya. Namun demikianlah pendapat yang kami pilih dan lebih menenangkan hati kami. Kami pun masih menghormati pendapat lainnya dalam masalah ini.
Alhamdulillah hilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

(rumaysho.com)
Muhammad Abduh Tuasikal
[1] Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berpaling (selesai) menunaikan shalatnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ‘astagfirullah’ sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan ‘Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta yaa dzal jalali wal ikrom’. (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih, termasuk periwayat kitab shohih. Syaikh Al Albani dalam Al Kalamu Ath Thoyib mengatakan bahwa hadits ini shohih)
[2] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :
ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ مِنْ الدُّعَاءِ بَعْدُ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ يَدْعُو بِهِ
"Kemudian terserah ia memilih do’a yang ia sukai untuk berdo’a dengannya." (HR. An Nasa’i no. 1298. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan An Nasai mengatakan bahwa hadits ini shohih). Do’a ini dibaca setelah tasyahud, sebelum salam.
[3] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ
"Jika kalian bertekad mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat wajib, lalu bacalah do’a : …" (HR. Bukhari no. 7390)
Dikutip dari: Suara Media